Sejarah Mesjid Al-Aqsa Dari 1917 Hingga 1967

Selama berabad-abad di bawah kekhalifahan Utsmaniyah, kota Yerusalem dan Al Masjid Al Aqsa dijaga dengan kehormatan dan martabat, dengan umat Islam yang bertanggung jawab atas administrasi kota, tapi paralel dengan regulasi Islam dan cara Ottoman, mereka menyediakan kebebasan dan keamanan agama untuk minoritas Yahudi dan Kristen. Tapi, segala ini berubah dikala gerakan Zionis di Eropa timbul dengan tujuan menciptakan negara Yahudi di tanah Muslim Palestina. Gerakan Zionis yang disokong oleh Inggris ini kian diperkuat selama Perang Dunia 1 saat Inggris merebut Yerusalem dan mengakhiri delapan abad kekuasaan Muslim. Setibanya di Palestina pada tahun 1917, mereka menemukan tanah yang 90% dihuni oleh orang Arab dan dengan kurang dari 56.000 orang Yahudi (yang cuma 5% yakni orang Yahudi asli Palestina, dengan mayoritas yakni mereka yang telah melarikan diri dari penganiayaan Eropa dalam sebagian dekade terakhir). Inggris memperbolehkan umat Islam mengontrol Al Mesjid Al Haram selama jangka waktu ini. Melainkan, sebelum kita lanjut, seandainya anda berharap mengunjungi Masjid Al-Aqsa, anda dapat menerapkan layanan Tour Aqsa Jakarta yang terpercaya.

This image has an empty alt attribute; its file name is 15Tour-Aqsa-Surabaya.jpg

Lima tahun setelah Inggris merebut Yerusalem, karya restorasi pertama abad ke-20 di Al Mesjid Al Aqsa terjadi, dan sebagian tahun kemudian pada tahun 1924, Trans-Jordan mengambil alih pengawasan Al Mesjid Al Aqsa.

Pada 1947 sebelum Inggris menyerahkan situasi sulit Palestina ke PBB, orang-orang Yahudi mempunyai kurang dari 6% dari total tanah Palestina. Untuk alasan ini, ketika Majelis Awam PBB menyarankan (sedangkan ini berada di luar kompetensi mereka menurut Piagam PBB) kepemilikan \”negara Yahudi\” yang akan terdiri dari 54% dari tanah Palestina, dan tentu saja penduduk asli Palestina menolak proposal tersebut.

Pada tahun 1948 sesudah perang dan banyak pembantaian dan kekejaman yang dilaksanakan oleh Zionis, orang-orang Yahudi mendirikan \”Israel\” di 78% dari tanah Palestina, dan menangkap sekitar 85% dari luas kota Yerusalem. Legiun Arab Yordania mengambil alih Tepi Barat – termasuk 11% dari komponen timur Yerusalem yang mencakup Kota Tua dan Al Mesjid Al Aqsa.

Pada tahun 1967 setelah perang lebih lanjut, Israel secara ilegal menduduki Yerusalem Timur dan mengklaim menyatukan Yerusalem sebagai komponen dari Israel. Mesjid ini masih diitentang dan tidak diakui oleh kelompok sosial internasional. Menyusul penangkapannya atas Yerusalem dan protes-protes selanjutnya, pemerintah Yahudi dengan cepat menyerahkan Al Masjid Al Aqsa kembali ke kendali Muslim.